“MUNGKIN SAHABAT
LEBIH BAIK”
Prolog:
Adi, Riki dan Yuda adalah sahabat dari kecil. Mereka telah
menghabiskan waktu yang amat panjang. Semua selalu mereka lakukan secara
bercama-sama. Sampai suatu ketika, mereka sama-sama menyukai seseorang yang
sama.
Adegan 1
Pagi hari adi bersiap berangkat sekolah. Sebelum berangkat
sekolah, adi selalu sarapan karena adi sering tidak membawa uang jajan.
Adi : Bu..! adi
mau berangkat,mana sarapannya, Bu ? adi mau sarapan dulu..??
Ibu adi : iya.. tunggu
dulu nak, ini masih dibikin sarapannya.
Adi : Hemmm,,
iya bu,,memangnya ibu lagi masak apa..??
Ibu adi : lagi masak nasi goreng..
Adi : iya bu..(duduk di meja makan)
Ibu adi : ini nak makanannya..
Adi : iya bu adi makan dulu.
Ibu adi : adi maaf ibu
gak pernah kasi kamu uang jajan, karena keluarga kita serba kekurangan.
Bapakmu
juga lagi sakit jadinya gak bisa menafkahi kita nak..
Adi ; iya gak
apa apa kok bu, adi juga sudah terbiasa tidak bawa uang jajan, jadi ibu gak
perlu khawatir.
Ibu adi ; makasih nak
kamu sudah mengerti keadaan keluarga kita yang serba kekurangan ini. Cepat makannya
nanti kamu terlambat ke sekolah.
Adi : iya bu..
ini juga sudah selesai makannya. Bu adi berangkat sekolah dulu ya..(mencium
tangan ibunya)
Ibu adi : iya nak..
hati-hati di jalan.
Adegan 2
Adi pergi keekolah dengan berjalan kaki, tidak lama
kemudiaan datanglah riki teman konyolnya
adi dari dia masih kecil,
Riki :
adi..(sambil menepuk punggung adi)
Adi : ( KAGET)
eleh ternyata kamu ki saya kira siapa..
Riki : hati
hati mi kamu jalan masih pagi ji in he.
Adi : pagi
apanya sudah siang mi ini sudah mau mi jam 7.
Riki : eleh kalau
terlambat palingan kita disuruh cuci wc ji.
Adi : memangnya
kamu mau tertinggal pelajaran gara gara cuci wc.
Riki : hahaha
iya iya santai saja..
Adi : eleh
santai santai. saya duluan oke (berlari dengan cepat)
Riki : woeeee
jangan tinggalin saya dong di..(berlari mengeraj adi)
Adegan 3
Setelah berlari dengan cepat, Adi sampai di sekolah dan
langsung menuju ke kelas.
Adi : Yud, PR
kamu sudah belum ?
Yuda : Pr ? Ahh..
nda ada ji pr.
Adi : Ada, itu
yang 3 nomor.
Riki : Pr apa
lagi ?
Adi : Itu yang
Fisika.
Riki : Hamma,
Iya dii.. Sa lupa juga.
Adi : Oke, ayo
mi pale kita Nyontek berjamaah.
Riki : Let’s
Go.
Mereka bertigapun akhirnya bekerja bersama-sama. Sampai seorang
cewe yang sangat cantik yang di idolakan oleh mereka bertiga datang menghampiri
mereka.
Ayu : Adi, Apa
kamu bikin itu ?
Adi : Anu,
Biasalah, Nyontek berjamaah.
Ayu : Bisanya mi
itu. Apa mi yang kamu dapat kalau nyontek terus ?
Adi : Dapat ji
Pahala yang berlipat-lipat. Kan kalau shalat berjamaah pahalanya dua kali
lipat.
Jadi kalau nyontek berjamaah, Pahalanya dua kali lipat juga.
Riki : Hahahaha…
Iye, sa setuju sama Adi.
Yuda : Saya juga.
Ayu : Iya,
kalian mi. Karna satu sio ji kalian.
Yuda : Nyatami,
Sama-sama lagi suka sama kamu. Hehehe
Ayu : Bah,
sembarang terus mi kamu bilang.
Mereka berempat terus terlarut dalam cerita yang entah
bertemakan apa.
Kringggg…..
Adegan 4
Bel Masukpun berbunyi, Pak Made masuk ke kelas XI IPA 3
dengan langkah yang sangat pasti.
Pak Made :
Anak-anak, kalian sudah siap kan ?
Adi : Pak,
duduk mi dulu, baru bertanya. Guru apa itu, masa baru masuk belum sempat duduk belum
ucapkan salam, langsung bertanya ? Nanti jadi contoh itu, Pak.
Pak Made :
Dasar Kamu, Adi. Adi sini dulu, maju kedepan.
Adi : Kenapa
memang, Pak ? Salah kah yang sa bilang ?
Semua Siswa :
Betul memang Adi, Pak !
Yuda : Lagi pula,
apa yang bapak mau cari kesini ?
Pak Made : Mau
mengajar lahh.
Ayu : Pak, Salah
kelas ki, Pak. Belajar Mate-matika disini Jam Pertama. Nanti jam Ke-2 baru
disini, Pak.
Pak Made :
Oh. Iya kah ? Maaf-maaf.
Pak Madepun keluar dengan masih tetap percaya diri walaupun
sudah dipermalukan oleh siswa Kelas XI IPA 3. Setelah Bel Keluar berbunyi,
Mereka Berempat tampak merencanakan sesuatu.
Mereka berencana untuk Hiking ke Puncak Matirowalie.
Riki : Eh.
Yuda, Sabtu sore kita pergi muncak.
Ayu : Muncak
dimana ?
Riki : Jangan
mi kamu, Yu. Cewe sendirian. Baru susah juga kalau mau diajak.. Pasti Rempong.
Ayu : Hee.
Jangan ko sembarang bicara. Begini-begini Sa Balaki Jii.
Yuda : Jadi, Kamu
mau ikut muncak ?
Ayu : Iya, toh.
Nanti sa ajak juga Sindi dengan Lisa. Supaya nda sendiriku cewe.
Adi : Sa kira
kamu laki-laki ji. Kamu sendiri ji tadi yang bilang.
Ayu : Biar
begini-begini banyak ji yang suka.
Adi : Iya,
Asalkan kamu ji, Yu.
Yuda : Oke mi,
Pale. Besok kita pergi ke Matirowalie. Ada ji Adi yang tahu jalannya.
Riki : Oke mi…
Adegan 5
Sabtu sore, Mereka berenam Nampak berkumpul di depan rumah
Ayu.
Adi : Mulai mi
ini hiking ?
Riki : Ayo mi.
Supaya nda kemalaman.
Sindi : Berenam ji
kah ?
Ayu :
Bersepuluh. Nda bisa kah kamu berhitung ? enam orang memang ji ini.
Yuda : Sini mi
pale. Kita jalan mi bareng-bareng.
Adi : Ikuti di
belakang nah..
Lisa :
Pelan-pelan ko saja nah.
Adi : Ah. Sa
nda mau ji dengar kamu. Ayu pi baru sa mau tunggu.
Ayu : Iya ji,
Adicuuu.
Adi : Ahh. Kalau
sudah ada cu.nya semangat mi ini jalan..
Mereka akhirnya memulai perjalan Hiking mereka.
Adegan 6
Setelah berjalan cukup lama merekapun sampai ke tempat
tujuan mereka yaitu puncak mattiro wali. Di Puncak, perasaan lelah langsung
hilang seketika melihat keadaan yang tersungguhkan. Seluruh wilayah Kolaka
Timur tersungguhkan dengan indah.
Ayu : Wahhhh,
Pemandangannya mo saya. Sa mau tinggal saja disini deh.
Adi : Kalau
kamu yang mau tinggal disini, biar saya yang temani nah.
Yuda : Enak mu,
Adi. Biar saya toh.
Riki : Daripada
ko orang ribut-ribut toh, mendingan saya saja. Hehehe (Sambil Nyengir-nyengir)
Sindi : Nda ada
kah yang mau rebutin saya ?
Yuda : Ah, Jangan
mi kamu. Kurang berisi.
Sindi : Apa kah
maumu, Yuda ? Yang kiri atau yang kanan ?
Yuda :
tengah-tengahnya saja nda ada, mau yang kiri atau yang kanan ? haduhh.. Nda ada
mungkin cerminmu dirumah.
Lisa : Eh,
subuh mi ini. Nda berdirikan tenda kah ?
Yuda : Subuh ?
Lisa : Ehh,
Magribh maksudku.
Yuda : Ayo mi
pale.
Setelah tenda didirikan, mereka akhirnya bermain gitar
bersama-sama. Riki adalah orang yang sangat liahi dalam bermain gitar.
Adegan 7
Riki tampak menyombongkan dirinya dengan memetik melodi
gitar satu persatu.
Riki : Ehh, begini
caranya main gitar hee..
Adi : Eleh,
Pemain abal-abal begitu saja gaya mi, apalagi nanti jadi Pemain Pro, nda
dilihat mi
dunia.
Riki : Adi,
Sini mi menyanyi ehh.
Adi : Iyo mi,
Cek nada dulu..
Riki : Di C
nahh, (Jrengg.. Suara alunan gitar berbunyi)
Adi : Cek-cek.
Yuda : Hamaa,
Kerennya itu suara.
Adi : Memang,
calon-calon Vokalisnya Setia Band.
Yuda : Adi,
berbakat memang ko, tapi kayaknya lebih berbakat ko kalau diam saja.
Ayu : Iyo,
Bernafas saja False, apa lagi mau nyanyi ? (Berceeloteh)
Adi : Sa duluan
nah. Sa mengantuk (Muram akibat Cemoohan Ayu).
Ayu : Saya juga
pale. Sa Mengantuk.
Lisa : Itu
orang dua kayak mau saja menikah.
Sindi : Iyo,
Lama-lama kita kasi diam saja disini.
Riki : Sini mi
pale kita lanjut lagi menyanyi.
Adegan 8
Sekitar Jam setengah 11 malam, Keadaan Di Puncak Matirowallie
sangat sepi. Mereka berenam sudah pergi ketenda mereka. Entah apa yang
dipikirkan Adi, ia keluar tenda dan menatap Rembulan seorang diri.
Adi : (Bicara
sambil berbisik) Ayu, terlalu jauh kayanya harapanku untuk miliki kamu. Sa mau
menyerah mi saja deh. Sa bosan sakit begini terus. Biar mi saja kamu jadi mimpi
indah buatku.
Tanpa disadari, ternyata ayu berada dibelakang Adi dan
mendengar apa yang dikatakan Adi.
Ayu : (Menutup
mata Adi) Tebak siapa ?
Adi : (Kaget)
Eh, Ayu. Dari tadi kah ?
Ayu : Baru-baru.
Baru-barusan mau masuk lagi. Sa dari tadi mi disini.
Adi : Emm. (Terdiam
tanpa kata dan hanya mampu bergumam)
Ayu : Adi, Sa
dengar semua tadi yang kamu bilang. Pernah kah kamu coba mengungkapkan ke saya
? baru kamu bilang saya terlalu jauh buat kamu ? Kayaknya kamu yang terlalu
jauh untuk saya.
Adi : Bukan
begitu, Ayu. Sa nda punya keberanian untuk ungkapkan perasaanku sama kamu. Sa
nda berani sekali kasian.
Ayu : Apa kah
yang kamu takutkan ? Sa nda bakalan ji makan kamu.
Adi : Jadi apa
mi keputusanmu ?
Ayu : Keputusan
apa lagi ?
Adi : Sa harus
ulang kah lagi supaya kamu puas ?
Ayu : Nda usah
mi lah, Adi. Begini nah, sa kasi tau. Kalau kita pacaran ada yang berubah kah ?
Bagaimana dengan persahabatan kita ? Mau dilupakan ? Memang jodoh nda ada yang
tahu, kalau seandainya kita putus nanti masih tetap kah kita sama-sama ?
Adi : (Terdiam)
Ayu : Sebenarnya
sa nda bisa tolak kamu, tapi sa nda bisa juga terima kamu. Lebih baik kita
Sahabatan saja, Karena biar bagaimana, Riki sama Yuda juga sudah mengungkap ke
saya. Jadi mau tidak mau kalau kamu yang saya terima, pasti persahabatannya
kalian bakal berantakan.
Adi : Tapi,
Ayu : Nda ada mi
tapinya. Coba pikirkan lagi satu kali. Setidaknya kalau kita bersahabat, nda
bakalan kita berpisah. Kamu mau kah berpisah sama say a? Begitu kah yang
menurutmu rasa sayang ?
Adi : Em. Iya
juga sih. Sa sayang sama kamu, sa nda bakalan ji tinggalkan kamu.
Ayu : Kalau kamu
bilang nda bakalan tinggalkan kamu, oke sa percaya. Tapi kalau Riki sama Yuda ?
Kamu bilang nda mau tinggalkan dia juga ? Kalau dia yang tinggalkan kamu ? Apa
yang akan kamu lakukan ?
Adi : Berarti
mereka nda bisa diajak bersahabat.
Ayu : Adi,
Jangan kamu jadi orang yang egois.
Adi : Ayu, Kamu
yang egois.
Ayu : Saya kamu bilang
egois ? sa nda terima Riki sama Yuda baru pas sa nda terima kamu, saya kamu
bilang egois ?
Adi : Tapi,
Ayu : Maaf, Adi.
Sudah itu mi keputusanku. Kita berempat tetap akan berempat. Nda bakalan jadi
berdua. Oke mi toh..
Adi : Iya, sa
akan jaga ji persahabatannya kita.
Adegan 9
Ternyata Yuda & Riki telah menguping pembicaraan mereka
berdua.
Yuda & Riki :
(Menghampiri mereka Berdua)
Adi : Yuda,
Riki ?
Yuda : Betul kata
Ayu. Kita akan selalu tetap berempat.
Riki : Iya,
Kita akan tetap berempat.
Adi :
Hahahahaha… Oke-oke, maaf sa sempat egois.
Riki : Sama ji
kita.
Ayu : Sini mi,
kita tunjukan dulu semangat persahabatan.
Ayu, Riki, Yuda & Adi :
(Berangkul bersama) Sahabat, Selamanya.
Sindi :
(Terbangun) Sudah mi itu. Sudah malam. Ko tidur mi semua
Lisa : Iya
tidur mi. Mengganggu saja.
**TAMAT**
